6

1135 Words

"Nice joking!" sindir Samantha. Namun di depannya laki-laki itu bergeming dengan wajah datarnya. "Aku tidak sedang bercanda. Aku sungguh-sungguh saat mengatakannnya." Samantha menarik nafas panjang lalu membasahi bibirnya dan berkata, "Adam, sepertinya kepalamu terbentur atau kamu sedang sakit sehingga bicara ngawur seperti ini. Jadi aku akan menganggap pembicaraan ini tidak pernah terjadi." "Tapi aku butuh jawaban atas pertanyaanku tadi, Sam." Kekeraskepalaan yang dimiliki Adam berhasil membuat Samantha jengkel. "Sayangnya aku tidak ingin membahasnya lagi." Setelah mengatakannya Samantha pergi melewati tubuh Adam tanpa menoleh. Dan lihatlah, laki-laki itu bahkan tidak memanggil atau mencegahnya. Terbuktikan, kalau Adam hanya bercanda. Sorenya selesai dari kantor, Samantha memutusk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD