Evander begitu hancur saat menyadari bahwa Clarissa telah pergi. Dia sempat mengejar dan mencari namun sepertinya dia sedikit terlambat hingga Clarissa hilang dari pandangan. Menekan kotak cincin di tangannya, dia menatap kosong dengan pikiran kalut. "Tidak, pasti ada yang salah. Aku tahu sejak malam itu. Sejak dia mulai terlihat aneh beberapa bulan ini. Clarissa, apa yang telah terjadi?" Evander terus mencoba mencari kesalahannya, namun dia sama sekali tak menemukan apa pun. Ingatannya terus berputar dan dia tersadar saat beberapa hari terakhir di telepon malamnya yang terakhir. Dia ingat, dia mendengar suara pria di teleponnya. Dan Clarissa tampak sangat kebingungan. Kini tiba-tiba genggaman tangannya mengepal tanpa alasan. "Apakah karena itu?" tanyanya pelan. Namun rasany

