17. Evander yang khawatir.

1138 Words

Perjalanan Clarissa pulang ke Apartemennya menjadi mengesalkan dan memalukan. Pasalnya dia menjadi tontonan orang-orang yang bisa melihat pinggangnya karena ulah Keenan di butik kemarin. Beruntung karena dia keluar cukup siang untuk menghindari kemacetan pagi, yang akan membuatnya berada lebih lama di jalanan.  Ditatap oleh sang pengemudi taksi yang tidak mengatakan apa-apa, dia hanya duduk mengatakan tujuannya hingga menunggu waktu untuk tiba di apartemennya. Saat tiba di apartemennya, Clarissa mendesah pelan sambil menutup pintu perlahan. Dia bersandar di balik pintu dengan tubuh turun perlahan hingga terduduk di lantai. Ada riak emosi besar yang bergulat di hatinya. Membuatnya memejamkam mata perlahan dengan bibir terkatup rapat. Jelas,  semua kata-kata Keenan selalu terngiang di teli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD