Mata Keenan berkilat penuh minat saat mendengar jawaban Clarissa. Dia mencengkram pundak Clarissa dan balas berbisik, "Kau, jangan pernah menyesali keputusanmu. Karena aku benar-benar tak akan melepaskanmu." Clarissa terkesiap saat Keenan menarik tubuhnya dan mendaratkan ciuman panas di lehernya. Meletakkan dirinya di atas meja kerja dan terus menciumi lehernya. Satu tangan Keenan mulai menyentuh bagian-bagian tertentu dan terus bermain hingga lenguhan Clarissa terdengar merdu. Keduanya mulai saling membalas sentuhan satu sama lain hingga penyatuan mereka datang dan meraih puncak kenikmatan. Saat ini, tubuh Clarissa tergeletak lemas di atas meja dengan kaki masih terbuka lebar. Ada cairan yang mengalir di antara pahanya dan Keenan yang terduduk di kursi kerjanya tersenyum penuh

