13. Kau bisa mengobatinya sendiri.

1523 Words

Ini sudah cukup malam saat Keenan keluar dari ruangan kerjanya. Dia berjalan dengan merentangkan tangannya untuk meregangkan otot-ototnya. Matanya bahkan terasa berat dengan tubuh yang lelah. Namun dia terperanjat mundur dengan teriakan pelan saat melihat seseorang meringkuk di sofanya. Itu Clarissa! Yang tertidur karena bosan dan kedinginan. Baju yang Keenan robek masih melekat di tubuhnya dengan memperlihatkan kulit pinggangnya yang putih dengan perut rata nan menggoda. Bulu-bulu yang sangat halus di tangannya tampak tegang karena kedinginan. Tidurnya tampak tak nyenyak meski tak terganggu sedikitpun. Tak ada lagi rasa waspada, atau hati-hati yang biasa membentengi. Kini dia hanya seperti seekor kucing putih yang tampak sangat manis saat tertidur. "Ya Tuhan, aku melupakannya." Keena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD