PART 23

1729 Words

"Pagii semuaaa!" Ana mencium pipi kedua orang tuanya dan Alan, yang memandang Ana dengan ekspresi yang tak bisa diartikan, pasalnya baru semalam Ana pulang dengan wajah ditekuk tujuh dan pagi ini berubah 181 derajat. "Hei ayolah, Ana tau Ana cantik tapi ngga sampe gitu juga lah liatin Ana Dad, Mom, kak Alan." Ujar Ana yang membuyarkan lamunan orang tua dan kakaknya, "Ana jadi takut sendiri," lanjutnya. "Sweety ngga demam kan?" Tanya Alan masih heran sambil memegang kening adik kembarnya. "Ya ngga lah, sehat walafiat lahir batin gini masa dibilang sakit!" Ana mencebikan bibirnya. "Tadi pagi nabrak pintu kamar mandi?" Kali ini Mommynya melontarkan pertanyaan aneh. "Elah Mom, apa salah pintunya sampai Ana tabrak?" tanggap Ana. Dan kembali hening. "Err, ya udah Ana pamit dulu yah mau ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD