Adam Pov. Aku mendengus malas, wanita licik ini sengaja datang hanya untuk merayuku. Dasar jalang, kalau saja aku tidak terikat kontrak triliunan itu mana sudi aku seruangan begini dengannya "jadi bagaimana Dam, dengan proyek kita di london ? kita akan terbang kesana besok atau lusa" tanya nya centil ingin rasanya ku cekik leher wanita ini "kau saja yang pergi" titahku dingin, aku beranjak berdiri menghadap ke jendela besar ruanganku menatap padat nya kota ini dari atas "nggak bisa gitu dong Dam, ini kan bisnis kita jadi kita harus bedua kesana" ujar nya dibelakangku, jangankan terbang berdua dengannya ke london satu ruangan begini saja aku sudah merasa gatal ingin menendangnya pergi. Dasar Roni bodoh ! ini semua karena kecerobohannya mencari infestor gila yang membuatku terkurung da

