Adam melonggarkan dasi yang mencekik lehernya, dia berjalan dengan wajah lelah serta tatapan tajam menuju ruang kerja namun saat melewati meja resepsionis ada yang memberi info jika adik lelaki dan adik perempuan nya sedang menunggu diruangan Adam, senyum samar tercetak beberapa detik di garis bibir Adam jika adiknya mencari berarti dia tidak marah namun senyuman itu luntur mengingat Alin lebih membela Dafi daripada dirinya, padahal dia melakukan itu hanya untuk adiknya seorang, lalu kenapa malah dia yang disalahkan. Adam mengepalkan kedua tangan nya dengan erat, rahang nya mengeras, Adam marah jika mengingat kejadian itu. Dengan keputusan yang sudah bulat Adam memutuskan pergi dari kantor tanpa menemui kedua adiknya, toh Alin bersama dengan salah satu adik laki-laki nya biarkan saja mere

