“Terserah kamu mau memenjarakan Ibu saya sampai kapan. Saya tidak peduli tentang itu, apalagi tentang permintaan konyol kamu.” Agra tertawa di hadapan Hana. Tidak semudah itu bisa menikah dengannya, apalagi jika mereka hanya bermain drama untuk menjeratnya dalam sebuah pernikahan. Hana tidak menyangka Agra menolaknya. Padahal sudah ia rencanakan hal itu dengan matang. Sepertinya sampai kapan pun, Hana tidak bisa memiliki pria yang dicintainya. Sudah banyak pengorbanan yang dia lakukan, tapi tidak ada balasan. Cintanya bertepuk sebelah tangan. “Kamu akan membiarkan Ibumu membusuk di penjara?” Hana kembali bicara saat pria itu melewatinya. “Itu urusanmu dengan Ibuku, selesaikan dengannya. Hutang perusahaan sudah banyak, jika aku membayar hutang Ibu, kasihan karyawanku tidak bisa menghi

