Ernest mengusap kedua matanya lalu berkedip beberapa kali untuk memastikan sosok yang berada di depannya. Mulut mungilnya sedikit terbuka tidak percaya dan dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat berharap apa yang di lihatnya hanya ilusi semata. Sayangnya sosok Adriana masih berdiri di hadapannya. Awalnya dia berfikir jika itu adalah penyusup tapi setelah melihat secara langsung dengan kedua matanya Ernest percaya dengan perkataan pelayan sebelumnya tapi penampilan Adriana sangat berbeda. Pangeran cilik itu mengerutkan keningnya bingung sambil melihat Adriana dari atas sampai kebawah berulang kali. Jelas sekali ini adalah nona cantiknya tapi warna rambut dan matanya berbeda terlebih lagi wajah datar Adriana membuat Ernest kesal karena sangat mirip kakaknya Reynald. Tanpa sadar Ernest ber

