Reynald sedang berbaring sambil menatap Adriana. Ya, tadi ia sudah mengusir ayah dan ibunya agar keluar dari kamarnya secara paksa. "Buka matamu sayang. Kau tahu aku sangat khawatir, lain kali kau tidak boleh pergi jauh-jauh dariku." "Ehem... Maaf mengganggu kemesraan anda pangeran. Saya hanya ingin mengantarkan teh ini kepada anda." Reynalf menggeram kesal karena acaranya berduaan dengan Adriana gagal terus. Valerie hanya diam di tempat sambil tersenyum manis. "Pergi dan letakan itu! " Reynald bersikap acuh terhadap Valerie. Apakah keinginannya untuk berdua dengan Adriana tidak bisa terkabul? Selalu saja ada yang mengganggu. "Saya akan pergi setelah anda meminum teh ini." Valerie menyodorkan teh di tangannya. Reynalf segera saja menyambar teh itu lalu meminumnya. Valerie menunggu d

