Bab 15. Vana terbangun

1388 Words

Keadaan rumah sakit tadinya lengang. Namun, setelah kedatangan Vana yang tengah didorong menuju UGD sedikit membuat keributan. Belum lagi ketika Sean memaksa ingin masuk ke dalam ruang penanganan karena tidak ingin jauh dari istrinya sehingga membuat suster dan juga dokter sedikit kewalahan. “Sean, hentikan itu!” Sampai pada akhirnya Ryan datang dan mencoba menenangkan anaknya. “Pi, Vana di dalam lagi kesakitan, Pi!” Sean terlihat begitu kacau. “Aku mau nemenin Vana di dalam, Pi!” Tubuhnya merosot. Ryan mendekap Sean dengan begitu erat. Dia ikut bersedih saat melihat anaknya yang rapuh. Dia berusaha membisikkan kata-kata bujukan agar Sean tenang dan tak mengganggu jalannya penanganan sang menantu. “Kamu harus kuat, Sean. Kamu itu lelaki. Kamu gak boleh lemah seperti ini!” “Sayang, b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD