“Aku tak bisa, Kayla. Kau tahu bahwa aku sudah menikah?” “Persetan dengan hubungan pernikahan kalian!” seru Kayla dengan kalimat sarkas. Sinar matanya berkilat, bibirnya bergetar, alisnya mengangkat. Kayla benar-benar murka. “Kau pikir aku tidak tahu bahwa hubungan kalian hanya sandiwara?” sambungnya kemudian. Mata Arjuna membulat, jemari yang tengah bermain cangkir, tiba-tiba terhenti. Ia menelan ludah. Di detik berikutnya suara gelak tawa terdengar menakutkan, Kayla tertawa melihat reaksi Arjuna yang begitu berlebihan. “Reaksimu sangat berlebihan, Arjuna!” Kayla memandang wajah pria dihadapannya yang mengeluarkan sedikit air keringat di pelipisnya. “Kau tidak benar-benar sedang bersandiwara seperti yang ada di drama korea, ‘kan?” telisik Kayla sambil mengambil sumpit di meja

