"Mas! Kamu ada disini, kok tumben?" Risma takut jika Pandu mendengar obrolannya dengan dokter Abas. "Iya, karena aku khawatir sama kamu. Tapi melihatmu baik baik saja dan sepertinya kalian juga sedang asik mengobrol. Maaf kalau saya mengganggu. Permisi!" tanpa ingin mendengarkan jawaban Risma, Pandu pergi begitu saja. Entahlah hatinya tiba tiba sakit dan kesal melihat Risma bersama laki laki lain. Tak ingin mengejar, Risma hanya menggelengkan kepalanya. Menatap kepergian Pandu dengan nanar. Tak ada lagi cemas apa lagi ingin menjelaskan kesalahpahaman tentang pikiran Pandu pada dirinya. Risma benar benar ingin membekukan hatinya pada suaminya. "Kenapa kamu diam saja, Ris? Kejar suamimu, sepertinya dia sudah salah paham sama kita." Abas tak mengerti dengan sikap Risma yang justru tak be

