Tak ingin lagi mengejar

1870 Words

"Apa Risma sakit, kenapa tetap memaksa masuk kerja? Biar aku telpon dan menanyakan langsung keadaannya." Pandu bergumam lirih dan kembali melangkah menuju kamarnya dan melihat ada beberapa obat yang berserak di atas meja rias istrinya. "Obat apa ini, sejak kapan Risma minum obat beginian? Ya Tuhan kenapa aku tidak pernah tau." Pandu tercekat dan merasa bersalah, karena satu rumah tapi tidak tau apa yang terjadi dengan istrinya. Dengan perasaan cemas Pandu meraih ponselnya dan menekan nomor kontak Risma dengan d**a berdebar yang di iringi perasaan bersalah. Sudah tiga kali panggilan, tapi belum juga telpon dari pandu diangkat. Pandu semakin gelisah. Tak bisa dipungkiri, meskipun pernikahan tanpa cinta yang ia jalani, di hati terdalam Pandu telah menyimpan secuil rasa nyaman bersama Ri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD