Alula pun membuka mata. “Pilih salah satu gundukan pasir ini. Di salah satunya ada cincin. Kalau kamu memilih yang ada cincinnya, itu berarti kamu nggak boleh nolak lagi ajakanku menikah.” Alula diam. “La, kamu minta waktu. It’s oke, aku udah ngasih kamu beberapa bulan ini. Sekarang sudah deadline. Ayo, kita nikah segera. Nggak baik lama-lama berduaan. Dosa.” Tidak jauh dari mereka, Lutfan memainkan pasir dan sesekali menggenggamnya erat untuk meredam amarah, cemburu. Namun, di sisi lain ia masih lega sebab Alula masih belum dihalalkan pria lain. Itu artinya, masih ada kesempatan. Apalagi, Nur sudah menurunkan restunya lagi. “Jalur udara lewat doa, jalur darat lewat perjuangan, dan jalur air lewat perantara restu ibu. Bismillah. Alula, aku akan berjuang," gumam Lutfan. "Alula, kumohon

