77. Mana Kelanjutannya?

1463 Words

“Pak Lutfan!” pekik Alula dan Fauzi bersamaan. “Ehm!” Fauzi berdeham. “Yang, udah belum milih kuenya?” Alula mengangguk lemah. “Udah, ini aja, ya?” Fauzi tersenyum. Ada hati yang tertikam perlahan-lahan ketika Fauzi memanggil Alula dengan sebutan ‘Yang’. Adalah hati Lutfan. Pria culun itu menatap keduanya sendu. “Ayo kita bayar. Pak, permisi." Sebelum keduanya beranjak, Lutfan menarik tali tas Alula. “Saya ingin bicara sama kamu.” “Maaf, saya nggak bisa,” tukas Alula dingin. “Ini masalah skripsimu. Mana kelanjutannya? Kenapa tidak pernah bimbingan lagi?” “Maaf, Alula masih sibuk dan berencana akan mengajukan ganti Dosbing.” Fauzi pasang badan. Ia berusaha melepaskan tangan Lutfan dari tas Alula. “Saya bicara dengan Alula, bukan sama kamu.” Lutfan bicara tak kalah tegas. “Sama sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD