109.Pembu*uh Kecil

1216 Words

Alula lantas menuju ruang Lutfan setelah membayar makanannya. Dengan langkah tergesa-gesa, ia berjalan dengan degup jantung menggila. “Assalamualaikum.” Alula masih berusaha formal. Ia mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. “Waalaikumussalam. Masuk!” titah Lutfan. Alula pun masuk. Lutfan melihat sekilas siapa yang datang. “Kunci pintunya, Sayang.” Lutfan kembali fokus pada layar laptop. Alula mengernyit. “Kenapa?” “Udah, tutup aja.” Alula pun menurut, mengunci pintu. Ia lalu berjalan dan duduk di hadapan sang suami. “Mas dapat kabarnya kapan?” “Barusan. Ini kamu buka coba WA-nya.” Pria berkacamata itu mengeluarkan ponsel dari saku. Sementara fokusnya pada laptop belum beralih. Alula mengulurkan tangan. “Ke sini, Sayang. Nggak sampai.” “Sampai, Mas aja yang nggak serius.” “Ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD