106. Iri

1492 Words

Alula berpikir sejenak, lalu mengangguk. "Aku manut Mas aja." “Ayo, Mas ikut kamu. Nanti biar Mas yang ngomong dan ngurus semua.” Lutfan menggandeng istrinya. Tiba di sebuah ruangan, Alula berbaring dan mulai diambil darahnya. Sementara Lutfan mulai mengurus persyaratan tes DNA untuk istrinya dan Jasman. Semua dilakukan lancar tanpa kendala. “Lemas?” tanya Lutfan setelah Alula selesai diambil darahnya. Ia menuntun sang istri dan duduk di kursi. Alula mengangguk. “Mas belikan sari kacang hijau. Tapi jam segini kantin masih buka nggak, ya?” Lutfan bangkit, tetapi ditahan Alula. Pria itu kembali duduk. “Nggak usah, Mas.” “Sayang.” “Mas di sini dulu aja. Aku pengen ditemani, jangan ke mana-mana dulu.” Lutfan mengangguk, lalu merangkul sang istri, membawa kepala Alula dalam dekapan. “M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD