BAB 12 Kenyataan Pahit

1136 Words

BAB 12 Kenyataan Pahit Hari beranjak siang dan suasana kafe sedikit lengang. Laras harap-harap cemas menunggu kedatangan Gasta. Dia berharap laki-laki itu akan membawa Naya kembali. “Siang, Mbak. Ruang manajer di mana, ya?” Seorang perempuan menghampiri Laras. Meski berkulit sawo matang, perempuan itu terlihat cantik. Jika dinilai dari penampilannya, semua orang akan tahu bahwa perempuan itu berasal dari keluarga berada. Laras memerhatikan perempuan itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Rambut panjangnya tergelung rapi dengan sedikit anak rambut terhelai di dahi. Perempuan itu mengenakan gaun asimetris berwarna cokelat muda, senada dengan warna tas jinjing juga high heel yang dia kenakan. “Mbak ....” Lamunan Laras buyar seketika. “Eh ... iya, gimana? Ada yang bisa saya bantu?” “R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD