37. Kangen Tapi Gengsi

1608 Words

Aku menatap ponselku tanpa berkedip. Aku bukan sedang menunggu panggilan ataupun berencana ingin menelepon seseorang. Aku menatap tanggal yang tertera di layarnya. Sudah bulan kelima semenjak keputusanku untuk memperbaiki kuliahku. Bulan kelima juga semenjak Bima menawarkan bantuannya untuk membantu mengerjakan skripsiku. Semuanya berjalan cepat dan tidak ada halangan yang berarti. Bima masih seperti biasa, sungguh menyebalkan walau kadang begitu perhatian dengan hal-hal kecil yang kadang membuat aku risih. Aku tidak sedang memujinya. Pada kenyataannya Bima tetap saja menyebalkan. Dia masih sering mengabaikan janjinya, membuatku kesal dengan perhatiannya yang terlalu berlebihan, memaksaku mengikuti keinginannya. Yaaah, dia masih orang yang sama. Hubunganku dengan Mas Berni? Belum juga m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD