Akhirnya kami berdua bisa meninggalkan Vika dan Dito dengan perasaan tenang. Aku merasa lega sekali, gak bisa membayangkan seandainya aku tak pernah melihat testpack itu apa yang bakal mereka lakukan jika tidak mengatakan pada orang tuanya. "Sayang..." panggil Dani padaku, kami mulai meluncur meninggalkan dua keluarga yang tengah bahagia dalam pedihnya itu. "Iya..." jawabku. "Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Dani. "Enggak lega aja, mereka berdua terselamatkan." jawabku. "Oh iya ada yang mengganggu pikiran ku sih." ucapnya kemudian. "Hmmm apa itu?" tanyaku. "Aku lihat ada yang aneh sama Dito, kenapa dia natap kamu beda dari biasanya, dan bentar-bentar, jangan-jangan terjadi sesuatu yang aku nggak tau." "S... Sesuatu kaya giman

