Perjanjian Nala

1015 Words

    Aku pulang ke kontrakanku dengan perasaan bahagia sekali. Akhirnya kutemuka titik pangkal pencarian. Yaahh walaupun aku harus ngerjain si Nala. Sesuai dugaan ku, tidak berapa lama dia menghubungiku. Sebenarnya aku ingin sekali mengangkat telpon itu dengan segera, tapi sedikit ku ulur waktu agar dia tidak mencurigai ku.    "Ada apa La?" tanyaku.    "Ntar malem datang ke cottage ku, dan akan ku berikan apapun yang kamu mau, apapun kecuali Syaluna." Jawabnya.        "Kamu gila... Emang apalagi yang aku ingin kan dari kamu selain istriku..." ucapku.    "Harta, tahta dan kepuasan seksual, kamu bisa dapetin itu semua." Sahutnya.    "Gila nih cewek..." batinku.    "Dan... Kok diem?" tanya Nala.    '"Aku tidak menginginkan harta atau dirimu... " jawabku, sungguh penawarannya diluar eksp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD