Bukan Penawaran

2284 Words

      Setelah kematian Wildan mama Clay tidak lagi bekerja, dia memilih dirumah menjaga putrinya yang kini tak lagi bersaudara.       Sudah 3 hari berlalu, namun Clay belum juga mau masuk ke sekolah, matanya bengkak, karena menangis setiap saat.       Hanya melewati kamar kakaknya dan menatap foto keluarga saja air matanya sudah menggenang.       Pagi ini dengan inisiatif sendiri Abian berniat menjemput Clay kesekolah. "Mau jemput Clay dulu?" tanya Syaluna pada anaknya. "Iya ma .. kasihan tuh nenek lampir udah 3 hari nggak pergi kesekolah, mungkin sulit banget bagi dia, setelah kehilangan kakaknya." jawab Abian. "Iya... Jangan diajak berantem Mulu, kasiaan kan." kata Syaluna. "Bian nggak pernah ngajakin berantem ma, dia aja yang nyari gara-gara." elaknya. "Yaudah sana, berangkat, h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD