Malam ini Alex mengemudikan sendiri mobil nya dengan kecepatan tinggi. Dia memang sudah bisa dikatakan sembuh dan mampu berjalan tanpa menggunakan tongkat lagi, namun untuk berjaga-jaga dia memilih membawa alat bantu tersebut kemanapun terkecuali malam ini. Dia tidak memikirkan lagi tentang kaki nya, karena sejak mendengar jika Elica sudah kembali seluruh pikiran nya hanya tertuju pada wanita itu. Tanpa sadar juga jika mata nya mulai berkaca-kaca karena tidak sabar bertemu dengan orang yang sangat dia rindukan. Antara perasaan senang dan haru tidak bisa dia gambarkan untuk sekarang, dia hanya melampiaskan perasaan tersebut dengan mencengkeram erat setir nya. Alex berharap jika malam ini Tuhan memberikan nya kesempatan kedua untuk tidak ditinggalkan lagi oleh Elica. Karena bukan hanya d

