Setelah mengakhiri kencan ketiganya yang sudah di dilaksanakan oleh Bella kemarin lalu, sudah tiga kali bella mengalami kegagalan kencan beruntun yang tak mengenakan setelah sistem perfect Dating menghitungnya yang pada akhirnya berimbas pada popularitasnya.
Bella berharap semoga kencan milik ini selanjutnya berakhir dengan indah tanpa ada kekecewaan yang menghampirinya nanti. Pada kencannya yang keempat ini, Bella mendapatkan rekomendasi teman kencan dari aplikasi Perfect Dating dengan user Mr.EdwardSoCute. Pria yang menjadi teman kencannya ini merupakan pemilik akun Gold+ yang mempunyai pengikut dan popularitasnya yang nyaris sempurna, bahkan pria ini merupakan anggota tetap di perkumpulan Perfect Dating+.
Sebelum Bella melakukan kencan dengan orang ini, Bella sempat melihat melihat profil milik pria itu yang sekarang bekerja sebagai seorang dokter hewan yang sudah punya klinik sendiri di usianya yang hampir sama dengan Bella. Nama pria itu adalah Edward Antonio Santiago, umur pria itu 24 tahun sama dengan Bella, pekerjaannya sebagai seorang dokter hewan menurut Bella tidak memakan waktu yang cukup lama.
Istimewanya lagi, jika ketiga teman kencannya terdahulu itu Bella yang pertama kalinya mengajaknya kencan duluan melalui chat maka orang inilah yang mengajaknya kencan duluan di chat dan bukannya Bella. Menurut Bella pria ini cukup peka terhadap dirinya setelah Bella mengikutinya, Bella berharap dia bisa bertemu pria ini dan memantapkan hatinya pada teman kencannya yang mungkin akan bisa menjadi kriterianya.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya bunyi lonceng pintu restoran itu berbunyi dan di pikiran Bella orang itu akhirnya datang. Dan benar saja, pria yang menjadi teman kencannya yang keempat ini. Bella merasa insecure seketika setelah pria itu datang dengan cukup elegan dan cukup berkelas di mata Bella.
Bagaimana tidak, dari cara berjalan dan cara dia berpakaian menunjukan wibawanya sebagai orang kaya yang terlahir sempurna. Wajah Bella terlihat keringat dingin karena Pria itu berhasil menemukannya dan menghampirinya dirinya yang sebenarnya mencolok dengan gaun berwarna putih diantara para pengunjung restoran yang semuanya memakai pakaian berwarna biru cerah.
"Selamat malam Nona, Maaf saya agak sedikit terlambat karena saya masih mengurus hewan klien yang di jadwalkan operasi untuk hari ini," ucap pria itu dengan sopan sambil membungkuk ke arah Bella.
"Perkenalkan, namaku Edward Antonio Santiago, kamu bisa memanggilku dengan sebutan Mr.Edward atau EMS," ucap pria itu lagi seraya membungkukkan badannya sembari mengulurkan tangannya kepada Bella setelah memperkenalkan dirinya sembari mencium tangan Bella.
Untuk sesaat Bella belum merasakan getaran cinta yang berdegup di dadanya, bisa dibilang ini masih tahap awal atau perkenalan. Di antara Boby, Daniel, serta Adam, hanya pria ini saja yang memperkenalkan dirinya sambil mencium tangannya seperti ini. Bisa dibilang pria ini cukup royal dan berkelas di mata para pengguna Perfect Dating yang mungkin pernah berkencan dengannya.
"Halo! Selamat malam juga Edward, salam kenal juga. Namaku Bella, pekerjaanku adalah sebagai seorang akuntan. Dan, kamunya datang tepat waktu kok, hanya akunya saja yang datangnya cepat di tengah pekerjaan kamu yang sangat sibuk itu," ucap Bella mempersilakan pria itu untuk duduk di hadapannya yang pada akhirnya membuat Bella insecure.
Bella juga bertambah insecure lagi setelah tempat kencan yang di sewa oleh Edward adalah di restoran Emerald food and me, sebuah restoran bintang lima terkenal yang sering menjadi tempat para Perfect Dating+ yang sering mengadakan acara makan malam private setiap malam tahun baru.
Sungguh, pikiran Bella kian kesana kemari dan Bella yang selalu di juluki sebagai ratu jomblo dikantornya merasa tidak pantas harus datang ke tempat ini apalagi harus berkencan dengan pria yang menjadi primadona para gadis di Perfect Dating apalagi kalau dia membandingkan dirinya di kehidupan novel, dia hanyalah menjadi peran pendukung masa lalu sang tokoh utama.
"Maafkan aku Edward. Tapi, sudah duduk di depan kamu sudah menjadi kehormatan bagi diriku. Jujur, aku merasa tidak nyaman dan merasa insecure di depan kamu, malahan aku merasakan para fans kamu sedang memperhatikan kita berdua," ucap Bella sambil meneguk minumannya.
"Tidak apa-apa sayang, percaya diri saja dan anggap saja dunia ini hanya milik kita berdua," ucap Edward sambil menepuk tangannya memanggil seorang pelayan yang sedang memegang sebuket bunga di tangannya.
"Ini, sebuket bunga mawar untuk kamu. Aku harap kamu suka ini," ucapnya sembari memberikan bunga itu di depan Bella yang seketika membuatnya ingin sekali jungkir balik.
Untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Bella, ada seorang pria yang memberinya sebuket bunga mawar kepada dirinya, yang pada akhirnya membuat wajah seorang Bella memerah dan hatinya berdegup kencang.
Tapi Bella harus ingat, sebagai seorang wanita elegan, Bella tidak boleh diperdaya oleh pria manapun sebelum dia bisa mengenal pasangannya lebih jauh. Bagi Bella, dia merasa dia masih belum bangun dari tidurnya dan sedang bermimpi.
"Kalau boleh tahu, apa yang akan kamu lakukan bila kamu mendapatkan waktu luang setelah menyelesaikan rutinitas pekerjaanmu yang sangat melelahkan itu? Karena saya yakin pria seperti kamu pasti akan melakukan hal yang cukup ekstrem," tanya Bella langsung ke intinya.
Secara tidak langsung, Bella mengatakan hal ini agar memberikan kesan jelek di depan seorang Edward walaupun dia harus mengorbankan popularitasnya turun lagi. Bella sangat yakin, pria ini sama sekali tidak pantas untuk seorang Bella. Lagi pula pekerjaannya sebagai seorang akuntan sama sekali tidak mengimbangi pekerjaannya sebagai seorang dokter hewan.
"Jam terbangku sebenarnya sangat tinggi, ya. Tapi aku menyempatkan diriku untuk belajar TOEFL. Lumayan aku bisa belajar banyak sekali kosakata yang kukuasai, walaupun sebenarnya aku malas melakukannya. Dan, tujuanku belajar TOEFL agar aku bisa mendapatkan sertifikat demi mengejar cita-citaku untuk melanjutkan pendidikan S2-ku di Amerika," ucap Edward. Walaupun dia sedikit sibuk, tetapi dia masih menyempatkan waktu luangnya hanya untuk itu.
"Belajar TOEFL? Memangnya kamu tidak capai belajar apa? Aku yang otaknya pas-pasan aja belum pernah terpikir ingin belajar di luar negeri," ucap Bella jujur setelah mendengarkan jawaban dari bibir indah Edward.
Sepertinya, kepercayaan diri Bella semakin lama semakin menurun karena jawaban Edward terlihat sangat berkelas dari gaya berbicaranya yang santai. Edward tersenyum simpul, mendengarkan pertanyaan yang baru saja di lontarkan oleh Bella, "sepertinya kamu cukup kaget dengan jawabanku barusan, kamu santai aja, jawabanku ini memakan kamu, kok. Menurutku, tidak ada salahnya kamu bersantai sejenak atau rileks, memangnya kamu selama ini baru berkencan atau baru bertemu dengan pria tampan seperti aku?"
Obrolan santai yang diinginkan Bella menjadi sangat tidak terkendali. Sepertinya dia sudah memberikan kesan yang begitu buruk kepada Edward sehingga membuatnya menjadi keringat dingin, dia tak terbiasa bertemu dengan pria yang seperti ini, sehingga dia pun meminta izin kepada Edward untuk pergi ke toilet supaya bisa menyadarkan dirinya.
Setelah sudah pergi ke toilet dan merasa sudah agak baikan, Bella pun menikmati salad yang secara tiba-tiba sudah ada di atas meja. "Bukannya mau lancang? Tapi pria tampan seperti kamu ngapain mau berkencan bersama wanita jelek sepertiku? Padahal masih ada wanita cantik di luar sana yang mungkin bisa menjadi pendamping hidupmu, atau kamu bisa pergi ke perkumpulan Perfect Dating+ mengencani Quenn Esmeralda ... misalnya!"
Kali ini Bella sangat jujur dan menggunakan Queen Esmeralda sebagai alasannya, karena Bella yakin orang seperti ini pasti mengenalnya. Bella terpaksa melakukan ini agar pria ini sangat ilfeel kepadanya. Tidak tahu harus berbuat apa, mau tidak mau Bella harus melakukannya. "Mungkin kamu masih agak salah paham, Bel. Sebenarnya, sepanjang aku mengunakan perfect dating belum pernah aku mendapat pasangan yang sesuai dengan kriteriaku, dan kamu juga agak salah paham, aku belum terlalu mengenal Esmeralda sepanjang aku bergabung di klub perfect dating+," ucap Edward sembari Bella yang merasa dirinya sedang di awasi oleh sekumpulan penggemar Edward yang mungkin dapat bersembunyi di mana saja.
Edward yang merasa tak enak hati pun itu hanya bisa memakluminya saja serta hanya melemparkan senyumnya kepada Bella. Dan untuk membuat suasana tidak menjadi canggung
Edward meminta para pelayan restoran untuk membawakannya sebuah cadar pria yang mungkin bisa menutup kegugupan Bella. "Santai saja Bella, anggap saja aku adalah pria jelek," ucap Edward dengan cadar pria yang sudah di pakainya.
"Maafkan aku, Ed," ucap Bella.
"Maafkan diriku yang kurang sopan ini, Ed. Aku sangat gugup karena untuk pertama kalinya aku bertemu dengan pria tampan sepertimu. Bagaimana cara menjelaskannya, ya. Aku mungkin wanita yang tidak sesuai dengan kriteriamu," ucap Bella lagi sambil menitikan air matanya kemudian menutup wajahnya agar dia tak mempermalukan dirinya di depan teman kencannya.
Edward yang sedang melihat tingkah laku Bella hanya bisa tertawa kecil melihat dirinya. Edward juga sebenarnya tidak enak jika harus meninggalkan wanita ini seorang diri. Sehingga, dia pun meminta Bella untuk segera berhenti menangis dan menyuruhnya untuk segera menikmati makan malam yang sudah di pesannya.
Sepertinya, Bella yang sudah berhenti menangis merasa dirinya adalah teman kencan yang buruk yang sudah membuang waktu berharga milik Edward. "Kamu memangnya baru ketemu sama pria, ya. Karena kalau di pikir ini adalah kencan pertamamu?" tanya Edward membuka pembicaraan setelah mereka menghabiskan makan malamnya.
Bella yang mendengar itu menghela napasnya. "Sebenarnya, aku sudah melakukan kencan melalui aplikasi ini sebanyak tiga kali dan semuanya itu gagal sehingga bisa dibilang ini adalah kencan keempatku.
"Wow? Biar aku tebak, semuanya gagal karena penyakit gugupmu itu. Oh, ayolah girls come on," Edward yang baru saja mendengar hal itu langsung kaget setengah tak percaya. Dia sama sekali tidak percaya bahwa wanita yang di depannya mempunyai masalah dalam percintaan, selain karena wajah orientalnya yang sangat cantik, pekerjaannya yang cukup menjanjikan, serta memiliki bentuk tubuh yang perfect, semunya harus kandas karena penyakit gugupnya. Jadi, wajar saja jika ada yang langsung menolaknya. Setidaknya itu yang ada dipikirkannya Edward.
"Sebenarnya bukan karena itu, Ed. Kencan pertama gagal karena pria itu ternyata sudah beristri, kencan kedua gagal karena prianya adalah seorang duda, dan kencan ketigaku yang bagai mimpi buruk gagal karena sang pria yang punya hobi yang cukup mainstream. Dan, Aku merasa kencan keempat ini mungkin juga akan gagal," ucap Bella jujur. Edward tersenyum sambil menunjukkan giginya yang putih.
"Ternyata wanita sepertimu itu sangat selektif juga, ya. Aku tadinya mikir kalau kamu itu baru saja berkencan, rupanya sudah ada pengalaman kencan juga. Kalau boleh jujur, aku sewaktu bertemu denganmu, aku mengira kalau kamu adalah teman kencan yang membosankan yang sering aku temui. Tapi, rupanya kamu adalah seorang wanita unik yang cukup berbeda," Edward tidak mengira akan mengatakan hal itu kepada wanita yang baru saja di temuinya ini.
"Saya pikir kamu terlalu melebihkan-lebihkan," ucap Bella yang tersipu malu karena mendengar Edward mengatakan bahwa dia adalah wanita yang cukup berbeda dari kebanyakan teman kencan lainnya.
"Astaga, Ed. Kamu yang baru mengenalku saja sudah melebih-lebihkan diriku," ucap Bella menimpali. "Mungkin pujiannya itu bisa membuatku sedikit demi sedikit terdorong."
"Tidak, justru kamu yang melebih-lebihkan diriku, belum terlalu dekat denganku saka sudah membuatmu gugup dan keringat dingin seperti itu," ejek Edward. Malam di restoran sudah semakin larut dan jam sudah lebih dari 3 jam Bella melangsungkan kencan terlamanya disini. Dua orang dengan latar belakang yang berbeda di pertemukan melalui aplikasi perfect dating. Bella juga sudah mulai merasa nyaman setelah Edward menceritakan pengalamannya lucunya yang membuat Bella tertawa ngakak. Bella berasa agak sedikit beruntung untuk kencan keempatnya hari ini.
"Kamu orang yang cukup asik juga, ya. Ingin rasanya aku bertemu denganmu hampir setiap hari di manapun kami berada." Bella yang mendengar hal itu pun langsung mengambil buku di tasnya kemudian merobek salah satu halamannya dan menyuruh Edward untuk mencatat alamat kliniknya agar sewaktu-waktu Bella bisa berkunjung di sana.
"Astaga! Kenapa aku bisa konyol begini, aku sepertinya agak sedikit lancang dengan dirimu, Ed." Edward hanya tertawa, dia pun mulai mengenakan kacamatanya dan menaruh jas di bahunya kemudian menoleh ke arah Bella dengan cukup manly sewaktu mereka akan pulang.
"Mungkin, beberapa minggu ini akan ada kejutan yang akan menghampiri hidupmu kedepannya nanti."
Seketika jantung Bella berdegup kencang mendengarkan hal ini. Oh, Bella, apakah kamu akan akan mendapatkan dambaan hatimu. Tetapi, Bella harusnya merasa senang jika pria yang dia dapatkan ini sangat dekat dengan kata sempurna. Setelah pulang dari kencan ini, Bella harus membuang rasa insecurenya atau kalau tidak entah bagaimana hubungan ini kedepannya.