Memang benar apa kata orang, bahwa rejeki cinta memang tidak akan pergi kemana-mana, apalagi jika pada awalnya mereka sudah ditakdirkan bersama. Sungguh, hatinya Edward berdegup dengan kencangnya seusai wanita yang baru saja memarahinya kini datang menemuinya. Memangnya darimana Bella tahu lokasi kantornya? Tentu Edward malah lebih memilih kalau seandainya semuanya ini hanyalah halusinasi yang tak beralasan. Baiklah, sepertinya hal seperti ini bukanlah sebuah halusinasi, karena Bella kini datang melangkahkan kaki ke arahnya. Lantas kemudian menciumnya dengan hati yang penuh gemuruh. Sunggub, ini bukanlah halusinasi melainkan sebuah kenyataan. Bella kini melonggarkan dasinya Edward kemudian membuka kancingnya sedikit demi sedikit. Lantas membelai dadanya yang bidang itu. *** Setelah pe

