Ajeng tak lagi hanya mengurung diri di rumah saja. Ia ikuti ajakan Selasih waktu itu. Siang ini ia berada di sebuah pusat perbelanjaan, tidak sendirian, Satya menemani langkahnya. Supir tersebut sedikit ragu dengan sang nyonya. Namun, dilihat dari tingkah Ajeng yang tak pendiam, lelaki itu yakin bahwa yang bersamanya kini Ajeng yang asli. Tak sengaja pula istri Candra itu berpapasan dengan Firman. Awalnya ia tak mau menyapa. Tak ingin mengingat lagi kenangan di malam saat bersama Selasih. Sayangnya, tidak demikian dengan Firman. Ia malah terkesan sedikit memaksa untuk berbicara dengan Ajeng, bahkan tak segan menraktir minuman untuk Ajeng. “Itu suami kamu?” tanya Firman ketika ia berhasil mengajak teman barunya duduk di sebuah kafe. “Bukan. Itu supir,” jawab Ajeng singkat. Ia takut ti

