Simalakama

1846 Words

Sudah satu bulan lebih Dahlia berada di rumah Ajeng. Artinya, waktu makan telah tiba. Hanya saja Ajeng lupa. Ia kini kerap kali diajak pergi oleh Candra dari siang sampai sore dan malam hanya tinggal lelah saja lagi. Hantu wanita itu wajahnya mulai retak dan mengalirkan darah. Serta detak jantungnya yang sedikit melambat. Sudah tiga hari ia menunggu di dalam kamar. Berharap sang tuan ingat padanya. Nyatanya, istri Candra tersebut mulai terbuai dengan semua perhatian dari suaminya. Hari keempat, tak bisa lagi Dahlia menunggu. Ia akan mencari sendiri saja darah untuk menutupi retak halus di wajahnya. Mustika menjangan putih di dalam raganya juga memiliki harga yang wah untuk dibayar, juga dengan darah segar. Tidak serta merta bisa terus berdetak begitu saja tentunya. Hantu wanita itu memu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD