Ajeng masih berada di kediaman Pangeran Satria. Ia baru saja pulih setelah ketakutan setengah mati dipeluk hantu peliharaan Nyai Melati. Tubuhnya lemah ditambah darah yang baru saja berganti setelah dihisap oleh Dahlia. Wanita itu berdiri di tepi jendela, menatap halaman luas di luar sana. Ada banyak sekali dayang perempuan pemilik Hutan Larangan itu. Semuanya cantik-cantik dan memikat hati. “Apa yang sedang kau lamunkan,” tanya suara tanpa wujud di kamar besar itu. Ajeng mencari, setelah ia melihat seekor ular besar di ranjang baru ia yakin ia sedang tak sendirian. “Nggak ada, Pangeran. Cuma lihat-lihat ke luar aja.” “Kau tak ingin kembali ke rumahmu? Ini sudah dua hari kau di sini.” Pangeran Satria menukar wujudnya menjadi manusia biasa. Ia menyentuh lengan bagian atas Ajeng yang t

