Beijing, China
Di depan mini market..
"Mana lagi nih si Kamil, WA saja deh..", kata Titah.
Percakapan Titah dan Kamil lewat w******p.
"Assalamu'alaikum Mil, elu dimana ?", tanya Titah.
"Wa'alaikumussalam tah, gue di dekat penjual bakpao", jawab Kamil.
"Oh iya, gue lihat elu kok", kata Titah.
**
Masih di depan super market..
"Assalamu'alaikum", Titah memberikan salam pada Kamil, Irfandi, dan Arfan.
"Wa'alaikumussalam", Kamil, Irfandi, dan Arfan menjawab salam dari Titah.
"Kenapa mil, uangnya kurang ?", tanya Titah.
"Kaga tah", jawab Kamil.
"Lah terus ?", tanya Titah lagi.
"***,****,**,********"
(Maaf, permisi tuan, nona, ini bakpao pesanan tuan), kata penjual bakpao.
"Haaaa.., tah !!", seru Kamil.
"Apa mil ?", tanya Titah lagi.
"Elu kan fasilitas bule ya, artiin dong, gue kaga ngerti, itu bahasa mandarin bukan bahasa inggris, indonesia, apa lagi arab, jadi tolong ya hehe..", jawab Kamil.
"Iya..!!", seru Titah.
"***,***,**,**************,********* ?"
(Permisi, maaf tuan, apa boleh saya meminta tuan mengulangi yang tuan bicarakan tadi pada teman saya, sebab teman saya tidak mengerti ?), tanya Titah.
"***,*************"
(Tadi saya berbicara, ini tuan bakpao pesanan tuan sudah siap), jawab penjual bakpao.
"*,..!!,***,**********"
(Oh..!!, tunggu sebentar ya tuan, saya sampaikan dulu pada teman saya), kata Titah.
"***"
(Baik nona), sambung penjual bakpao.
"Apa tah katanya ?", tanya Kamil.
"Katanya ini bakpao pesanan elu sudah siap Kamil", jawab Titah.
"Oh, I see, you've been talking"
(Oh gitu, ngomong dong dari tadi), kata Kamil.
"Hemm.., gue punya teman sudah lama disini tetap saja tidak bisa bahasa mandarin, hadeh..", keluh Titah.
"Haaaa.., elu ngomong apaan tadi tah ?", tanya Kamil lagi.
"Gak..", jawab Titah lagi.
"*,***,********** ?"
(Oh ya maaf tuan apa boleh saya pesan bakpao nya dua lagi ?), tanya Titah lagi.
"****,***"
(Tentu saja nona, tunggu sebentar ya), jawab penjual bakpao lagi.
"Iya..", kata Titah.
"Tah, duit gue pas tah, sisanya di ATM gue", sambung Kamil.
"Nih uangnya, elu bayar ya, uang lu simpan saja", kata Titah lagi.
"Oke..!!", seru Kamil lagi.
"*******。****,******。"
(Maaf ini tuan bakpao nya lagi), kata penjual bakpao lagi.
"Lah tah, bahasa mandarin lagi", sambung Kamil lagi.
"He speaks English, he gave you his buns"
(Bisa bahasa inggris kok mil, dia ngasih bakpao nya ke kamu mil), kata Titah lagi.
"Oh yes, I forgot to order the dumplings in English yes, astaghfirullahalazim can forget yes, oh yes sorry Sir, so how much is the price of the dumplings ?"
(Oh iya lupa, kan tadi pesan bakpao nya pakai bahasa inggris ya, astaghfirullahalazim bisa lupa ya, oh ya maaf tuan, jadi berapa semua harga bakpao nya ?), tanya Kamil lagi.
"Twenty-one yuan, Sir"
(Dua puluh satu yuan, tuan), jawab penjual bakpao.
"Okay, here's the money"
(Oke, ini uangnya), kata Kamil.
"Thank you Sir"
(Terimakasih tuan), sambung penjual bakpao.
"Yes.."
(Iya..), kata Kamil lagi.
"Ya sudah yuk mil, kita pulang", kata Titah lagi.
"Eh tunggu dulu Titah Kesumawardani", sambung Kamil.
"Apaan lagi sih mil ?", tanya Titah lagi.
"Ada yang mau gue omongin sama elu", jawab Kamil lagi.
"Ngomongin apaan sih, itu tugas kampus, iya, di apartemen gue saja, kasihan anak-anak pasti belum makan", kata Titah lagi.
"Eh bocah duduk ngapa ya", sambung Kamil lagi.
"Iya dah, buruan", kata Titah lagi.
"Jadi gini tah..", sambung Kamil lagi.
Dua puluh lima menit kemudian..
Masih di depan mini market..
"Oh gitu, ya sudah tunggu sebentar", kata Titah.
"Elu mau ngapain tah ?", tanya Kamil.
"Mau telepon Paijo lah mil", jawab Titah.
"Lah ngapain telepon Paijo, tah ?", tanya Kamil lagi.
"Suruh ke sini lah mil", jawab Titah lagi.
"Lah ngapain, kan elu perginya tadi perginya sama gue naik motor, kok elu minta jemput Paijo sih, wah kebiasaan lu", keluh Kamil.
"Iya gue tau Kamil, tapi..", sambung Titah.
"Tapi apaan tah ?", tanya Kamil lagi.
"Mereka berdua mau naik apa hah.., kan kita perginya naik motor Kamil.., mereka berdua mau duduk dimana, di p****l ?", tanya Titah.
"Oh iya, iya, hehe..", jawab Kamil.
"Hadeh..", keluh Titah.
**
Percakapan Titah dan Paijo lewat telepon.
"Assalamu'alaikum", Titah memberikan salam pada Paijo.
"Wa'alaikumussalam", Paijo menjawab salam dari Titah.
"Jo..!!", seru Titah.
"Inggih mbak"
(Iya mbak), kata Paijo.
"Jemput nggih dhateng pagoda leifeng, ing celak mini market"
(Jemput ya ke pagoda leifeng, di dekat mini market), sambung Titah.
"Inggih mbak"
(Iya mbak), kata Paijo lagi.
"Nggih, gelis kula tengga ampun angge dangu nggih"
(Ya, cepat saya tunggu jangan pakai lama ya), sambung Titah lagi.
"Inggih mbak"
(Iya mbak), kata Paijo lagi.
"Assalamu'alaikum", Titah memberikan salam pada Paijo.
"Wa'alaikumussalam", Paijo menjawab salam dari Titah.
**
Beijing Xinxiang Yayuan Apartment (apartemen Titah)
Di ruang tv..
"Emm jo, jo..!!", seru mbah Sakiman.
"Inggih kanjeng ndara romo sepuh, enten menapa ?"
(Iya kanjeng ndara romo sepuh, ada apa ?), tanya Paijo.
"Kersa dhateng pundi ?"
(Mau kemana ?), tanya mbah Sakiman.
"Kersa jemput mbak Titah, wau kula ing kengken jemput, kanjeng ndara romo sepuh"
(Mau jemput mbak Titah, tadi saya disuruh jemput, kanjeng ndara romo sepuh), jawab Paijo.
"Oh..!!", seru mbah Sakiman.
"Nggih..!!"
(Ya..!!), seru Paijo.
"Assalamu'alaikum", Paijo memberikan salam pada mbah Sakiman.
"Wa'alaikumussalam", mbah Sakiman menjawab salam Paijo.
Di depan apartemen Titah..
"Jo, jo..", kata Renaldi.
"Inggih, enten menapa den ?"
(Iya, ada apa den ?), tanya Paijo.
"Mau kemana ?", tanya Renaldi.
"Jemput mbak Titah, den, saya di suruh jemput", jawab Paijo.
"Oh..!!, eh bukannya tadi dia pergi dengan temannya ya, kok kamu jemput sih, memangnya temannya kemana ?", tanya Renaldi lagi.
"Kula mboten mangertos den, amit"
(Saya tidak mengerti den, permisi), jawab Paijo lagi.
"Eeh jo tunggu saya ikut, bosan disini", kata Renaldi.
"Oh nggih den"
(Oh ya den), sambung Paijo.
Di depan mini market lagi..
"Duh Paijo mana lagi, lama banget sih", kata Titah.
"Sabar tah, kamu kaya baru kenal supir lu saja", sambung Kamil.
"Emm", keluh Titah.
"Tuh dia", kata Kamil.
"Assalamu'alaikum adik kecil", Renaldi memberikan salam pada Titah, Kamil, Irfandi, dan Arfan.
"Wa'alaikumussalam", Titah, Kamil, Irfandi, dan Arfan menjawab salam dari Renaldi.
"Mangga mbak Titah"
(Silahkan mbak Titah), kata Paijo yang membukakan pintu untuk Titah.
"Bukan saya, jo, saya gak naik mobil, tapi mereka berdua, oh ya kalian berdua naik mobil ya bersama kakak dan supir saya ya", sambung Titah.
"Iya", kata Arfan dan Irfandi.
"Lah kamu naik apa dik ?", tanya Renaldi.
"Tadi kan saya ke sini sama Kamil, jadi pulangnya sama Kamil juga lah, sudah ya, saya duluan", jawab Titah.
"Assalamu'alaikum", Kamil dan Titah memberikan salam pada Paijo, Renaldi, Arfan, dan Irfandi.
"Wa'alaikumussalam", Paijo, Renaldi, Arfan, dan Irfandi menjawab salam dari Kamil dan Titah.
"Titip Titah ya mil", kata Renaldi lagi.
"Siap mas", sambung Kamil.