Satya mengusap wajahnya dengan gusar. Saat sampai rumah kemarin dia mendapat bogem mentah dari papinya. Papinya benar-benar marah dengan pernyataannya yang bilang dia sudah menghamili kekasihnya. Sungguh, semuanya menjadi rumit. Tapi bagaimanapun juga sang papi tetap menyuruhnya untuk bertemu dengan Oceania. Dengan alasan semua bisa dibicarakan lagi. Dan di sinilah dia berada. Dengan nafas terengah sekali lagi berada di depan masjid. Tempat janjinya dengan Dewi. Kekasih hatinya. Dia sempat heran saat papinya tadi mengendarai mobil dan masuk ke dalam perumahan ini. Kebetulan atau memang itulah takdirnya. Wanita yang dicintainya satu kompleks dengan wanita yang dijodohkannya. Hanya saja dia memang belum mengetahui secara tepat alamat rumah Dewi terletak dimana. Dia berpamitan kepada papi

