CHAPTER 38 - NAPASKU NAPAS Ruby seolah berhenti seiring tubuhnya yang menegang bersamaan dengan suara yang menggema sangat jelas dalam kepalanya. Dan suara itu sangatlah dia kenal. Suara telepati Juan kembali! Batinnya gemetar sekaligus tercengang—sehingga membuat gelas yang dipegangnya terlepas begitu saja jatuh ke atas meja dan membasahi alasnya. Mata hijau milik Ruby mendelik ke arah Anthony yang juga ternyata sedang memperhatikan perubahan ekspresi teman dekatnya yang seolah melihat hantu itu. “By? Kamu kenapa??” Anthony tentu saja agak syok melihat wanita yang disukai tiba-tiba kaku seperti sekarang, dia membantu menyingkirkan gelas Ruby yang isinya tumpah—untung saja gelasnya tidak sampai pecah. Ruby pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru restoran tempat dia dan Anthony m

