Keesokan harinya, seperti yang sudah direncanakan pada malam sebelumnya Mitha, Shiren dan Rafi datang berkunjung ke unit apartemen Malini. Saat mereka datang, rupanya Malini sedang bersantai duduk di depan televisi sambil mengedit beberapa foto produk yang akan dia promosikan. Kegiatan Malini seketika terhenti saat mendengar bel berbunyi. “Hai, Lin. Gimana kabar lo? Udah baikan?” Sapa Rafi begitu pintu dibuka lebar. Malini mengangguk, “Iya, udah sehat kok ini.” Dia bergeser untuk memberi ruang pada para sahabatnya agar dapat masuk. “Lo udah sarapan belum? Minum obat teratur aja kan?” Tanya Shiren yang datang dengan membawa satu kotak puding coklat dengan satu botol kecil vla vanilla sebagai pelengkap. “Ini gue bawain soto ayam, dimasakin sama nyokap. Khusus buat lo yang lagi sakit, ka

