Chapter 15. Berbaikan

2048 Words

Nero menatap kepergian Viola dan bantingan pintu wanita itu dengan amarah yang membara. Viola jelas sangat sombong dengan dirinya sendiri. Sejak kapan manusia yang ditakdirkan sebagai makhluk sosial itu bisa melakukan semuanya sendirian? Wanita itu jelas-jelas sedang menunggu karma untuk kesombongannya. Sambil menahan kesal, Nero berbalik menuju kamar yang disediakan untuknya. Sebagai anak dari pemegang saham di hotel ini, jelas ia akan mendapatkan satu suite room dan bukannya kamar biasa. Namun, masalah muncul saat Nero menyadari bahwa ia belum diberikan kunci untuk membuka pintu tersebut. Saking marahnya, Viola pasti lupa dengan hal kecil itu, dan sekarang, ia terpaksa harus mengetuk pintu kamar wanita itu untuk meminta kuncinya. Ia menghela napas antara merasa lelah dengan apa yang d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD