Karin menarik tangannya ke atas untuk meregangkan otot- otot tangannya. Ia melirik jam di dinding yang menujukkaan pukul empat lewat lima belas menit. Tumben Kakak iparnya itu belum datang ke ruang kerjanya. Karin pun merapihkan beberapa barangnya yang ada di mejanya. Gadis itu berniat menghampiri ruang kerja Kakak iparnya setelah selesai merapihkan barang- barangnya. “Tookk.. Tookk..” seseorang mengetuk pintu ruang kerja Karin. “Ya masuk..” seru Karin saat ia sedang memasukkan charger laptop miliknya. Orang itu pun masuk dan berdiri di ambang pintu seolah sedang menunggu Karin. Karin belum menoleh karena masih sibuk merapihkan barangnya “Rin, ayo pulang.” Ajak seseorang yang tak lain adalah Wisnu. “Ayo, Mas..” seru Karin sambil meraih tasnya dan berbalik ke arah pintu. Namun berapa te

