Karin merebah tubuhnya di atas tempat tidur setelah ia selesai mandi dengan handuk yang melingkar di kepalanya. Entah mengapa ia merasa selalu pusing serta tidak enak badan setelah selama lima hari melakukan lembur di kantor. Seakan semua tenaga serta isi kepalanya terkuras untuk mengerjakan tugas tersebut. Tapi beruntung segala urusan Kantor sudah selesai sebelum tubuhnya tumbang seperti ini. Karin melirik jam yang masih menunjukkan pukul tujuh pagi, wanita itu berniat kembali memejamkan matanya sebentar saja karena matanya mulai terasa panas akibat rasa pusing yang di deranya. Beberapa jam kemudian, Karin terbangun karena ia mendengar pintu kamarnya terketuk. Suara ketukan tersebut berasal dari sang Bibi yang memberitahu kalau orang kantor mencarinya. “Mbak Karin, memang tidak berangk

