Empat hari kemudian. “Sayang, maaf Mas besok belum bisa kembali ke Jakarta karena pekerjaan Mas belum benar- benar selesai dan harus ada yang di kaji ulang lagi.” Seru Bima dalam sebuah pesan singkat yang baru saja mendarat di ponsel Karin. Ekspresi wajah Karin pun seketika berubah dari yang tadinya ceria kini mendadak murung. Padahal beberapa hari ini setelah malam itu ia memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa rindunya kepada Bima. Karin mulai terbiasa mengungkapkannya kepada Bima agar Suaminya itu segera kembali pulang namun kini ia merasa kecewa karena kata ajaib itu tak mengubah kepulangan Bima. Karin meletakkan ponselnya di meja kerjanya lalu bangkit dari tempat duduknya untuk menatap ke luar jendela Kantornya. Rasa kesal, marah dan kecewa kini bercampur aduk menjadi satu di d

