Setelah menerima telepon Karin pun kembali masuk ke dalam kamar hotel walau beberapa menit lalu ia sempat berdebat dengan hatinya karena masih merasa malu. Namun pada akhirnya Karin memberanikan diri untuk bersikap seperti biasa setelah mengambil nafas panjang. “Bim, aku pergi dulu ya.” Seru Karin saat ia melihat lelaki tampan itu sudah duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya dengan layar televisi yang masih meyala. “Mau aku anter?” tanya Bima sambil menatap dirinya. Karin yang mendapat tatapan tersebut pun langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang sudut sambil menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal. “Enggak usah, Bim.” Tolak Karin tanpa menatap wajah lelaki yang sedang ia ajak bicara saat ini. “Tapi..” “Sudah ya, aku jalan sekarang sebelum kesorean.” Potong Karin la

