Bab 44

1212 Words

Tiga puluh menit pun berlalu begitu saja tanpa terasa hingga menyisakan beberapa peluh yang menempel di wajah Papa Angga dan juga Bima. Sedangkan Audrey dia sudah pergi lima belas menit lalu karena ada urusan dengan beberapa teman- teman sosialitanya. “Bim, sebaiknya kita istirahat sebentar ya.” Ajak Papa Angga pada Bima yang mulai terlihat lelah. Bima pun mengangguk sambil tersenyum dan mengikuti Papa Angga untuk mampir sebentar di restoran. “Bima, boleh Om bicara hal serius sama kamu saat ini?” ijin Papa Angga setelah keduanya menengguk minuman mereka untuk menghilangkan rasa dahaga. Bima terkejut serta penasaran hal apa yang ingin dibicarakan oleh Papa Angga yang sekaligus rekan bisnis baik Papa Aji ini. “Silahkan Om Angga, tapi ada hal apa yang membuat Om sampai harus meminta ijin d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD