Sebuah Bantuan

1753 Words

“Jadi, Mbak Nina, ya, Kak?” Aku langsung menanyakan itu setelah pindah ke depan. Kak Sarah sudah menjauh dari mobil dan tidak terlihat lagi setelah membuka pintu lobi. Sengaja, aku memang menunggu momen berdua dengan Kak Saga. Aku tidak mau menyakiti Kak Sarah dengan sesuatu yang belum pasti. Makanya, sekarang aku sedang memastikannya. Kak Saga menoleh padaku. Keningnya berkerut. Dia seperti tidak mengerti akan arti pertanyaanku. Mobil mulai berjalan setelah aku memasang seat belt dengan benar. Kak Saga fokus ke jalan. Dia mengabaikan pertanyaanku. Aku yakin dia mendengarnya. “Kekasih Kak Saga itu Mbak Nina, kan?” Kali ini suaraku lebih keras. Selain itu, aku mengejanya dengan intonasi penuh dengan penekanan. Tak akan kubiarkan Kak Saga pura-pura tidak mendengarnya lagi. “Kenapa kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD