Mahesa memintaku bertemu di luar. Dia menolak saat aku menyuruhnya datang ke rumah. Lagian aku takkan punya tamu, begitu pun dengan Kia. “Kenapa, sih, nggak mau ke rumah saja?” tanyaku begitu kami duduk di salah satu rumah makan cepat saji di dalam pusat perbelanjaan. Suasana mal ini cukup ramai, karena ini akhir pekan. Selain itu, minggu ini masuk tanggal muda, sebagian orang sudah menerima gaji. Apalagi mereka yang menyandang status sebagai seorang pegawai negeri. “Aku ada kerjaan di sini. Selain itu, aku kelaparan. Kayaknya belum makan sejak siang tadi.” Dia mengedikkan bahu tanpa rasa bersalah sama sekali. Cara dia menghubungiku tadi membuatku panik. Aku kira dia mengalami sesuatu yang benar-benar membutuhkan pertolonganku. Poor, Samara. Seharusnya kamu sedang nonton film berdua K

