Kenalin, Dong, Ra!

1910 Words

Aku memandang Eka cukup lama. Kami masih duduk di bangku salon setelah mandi, keramas, dan bersih dari riasan wajah. Rasanya lebih ringan dan segar sekarang. Yang berat adalah baju yang tersimpan di paper bag. Selain baju, terdapat juga sepatu serta tas tangan yang pantas digunakan ke pesta. Tentu saja tidak bisa dipadukan dengan busana kami saat ini. “Sebentar lagi Davi tiba.” Eka mengingatkan. Aku lupa, Eka adalah orang paling tidak sabaran yang pernah aku kenal. Berbanding lurus dengan etos kerjanya yang tinggi dan tidak suka menunda-nunda sesuatu. Berurusan dengan Eka, semua masalah akan cepat selesai. Dia termasuk manusia yang memiliki otak simpel dan tidak suka memperumit keadaan. “Sudah, Kak.” Aku menoleh pada pegawai salon yang baru saja mengeringkan rambut kami. Dia sedang men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD