Having s*x

1544 Words

Kalau minggu lalu Ken datang ke kantor Mbak Nina lebih dulu sebelum memintaku mengikutinya, tidak dengan sekarang. Dia langsung menuju mejaku setelah keluar dari pintu lift. Aku bahkan tidak yakin telah melihatnya sekarang. Ken melewati beberapa kubikel dengan langkah mantap sehingga hanya sol sepatunya saja yang menggema di ruangan ini. Semua orang menatapnya dengan sorot penasaran. Kurasa aku juga telah melakukan itu. Dia berdiri di sisi mejaku tak lama kemudian. Mungkin sebelum ke sini dia telah memeriksa CCTV terlebih dahulu untuk tahu di mana posisiku berada. “Sekarang!” katanya tegas. Dia memberiku sorot mengintimidasi. Tidak ada bantahan yang ingin dia dengar. Aku menggambarkannya demikian. Aku tidak perlu bertanya, kenapa, mau ke mana, atau pertanyaan lain yang akan menjadi satu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD