Senyawa (4)

1247 Words

Senyawa Part. 4 *** Semenjak pertemuan terakhirnya dengan Ghastan, pria itu terus-menerus menghantui pikirannya, lebih parahnya pria itu membuatnya tidak fokus saat bekerja, dia bahkan hampir tak pernah lagi merasakan kepuasan seksual terhadap pria manapun. Dia juga hampir selalu menyenangkan dirinya sendiri dengan alat-alat seksual sambil membayangkan Ghastan yang melakukannya. Dia mulai gila. Senyawa juga tak mengerti dengan apa yang dia rasakan. Perasaan yang membuncah, benar-benar tak dapat dia deskripsikan. "Aku sudah tau apa pekerjaan kakak." Ucapan itu membuat renungan Senyawa buyar, dia menatap kaku wajah Doni, salah satu adik asuhnya yang saat ini berkuliah di salah satu kampus terbaik. Wajah Senyawa pucat. Doni tersenyum tipis. "Aku sudah tau dari lama kak," ucapnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD