Bayu Part. 2 *** Meiya tak bisa menolak permintaan pria itu, meski hatinya tidak ingin melakukannya. Dia menatap Bayu yang juga menatapnya. Pria itu begitu jahat baginya, bagaimana mungkin dia meminta hal itu? istri kedua? Berarti pria ini sudah memiliki istri. Meiya tak menyangka. "Baiklah, saya akan menepati janji saya, Pak, asalkan bapak menepati janji bapak juga." ucap Meiya. Bayu mengangguk. Pria itu segera menghentikan asisten pribadinya, tanpa bicara panjang. Meiya mengusap air matanya, setidaknya satu masalah saat ini selesai. Adiknya bisa dia selamatkan. Untuk saat ini, setidaknya dia sudah dapat bernafas sedikit lega. Meiya sibuk dengan pikirannya, tanpa sadar Bayu sedari dari tadi memperhatikan wanita itu. "Tenangkan dirimu," Bayu menyerahkan minuman untuk wanita it

