Rasa Cemburu Garda

1307 Words

Garda menarik napas pendek, rahangnya mengeras hingga urat-urat di leher tegapnya menegang kaku. Sifat dominannya menolak untuk terlihat tersudut, bahkan di hadapan istri sahnya sendiri. Ia melangkah satu kali lagi, memangkas jarak di antara mereka, membiarkan auranya yang mengintimidasi mendominasi ruang tamu yang megah namun terasa mencekik itu. "Jaga bicaramu, Rissa," desis Garda. Suaranya luar biasa rendah, dingin, dan sarat akan ancaman murni yang berbahaya. "Siapa yang kamu sebut jalangg dan anak haram? Arsenio adalah darah dagingku. Dia membawa gen Jayanegara di dalam tubuhnya, dan itu membuatnya jauh lebih berharga daripada semua omong kosong yang kamu teriakkan malam ini." Rissa terkesiap, matanya membelalak tidak percaya. Hantaman kalimat Garda terasa seperti belati yang menusu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD