Dara tertegun, matanya membelalak tidak percaya. "Ke... ke rumah Mas Arka? Tapi, Mas... itu terlalu berlebihan. Saya udah sangat merepotkan Mas Arka di sini. Kalau saya tinggal di rumah pribadi Mas, bagaimana dengan pandangan orang lain? Dan... bagaimana kalau dia tahu? Saya nggak mau menyeret Mas Arka lebih dalam lagi ke dalam masalah pribadi saya." Arka tersenyum tipis, menghargai rasa sungkan dan kebaikan hati Dara yang masih sempat memikirkan orang lain di tengah posisinya yang terdesak. "Dengarkan saya, Dara. Rumah pribadi saya terletak di sebuah kompleks perumahan yang memiliki sistem keamanan satu gerbang yang sangat ketat. Di sana tidak sembarang mobil bisa masuk tanpa kartu akses khusus, bahkan orang-orang Garda sekalipun akan kesulitan untuk memata-mataimu. Di sana juga ada Bib

