Ada yang Datang

1213 Words

"Tidak apa-apa, Dara. Kamu punya hak untuk bertanya, terutama karena sekarang kamu tinggal di bawah atap yang sama dengan saya," ujar Arka dengan nada suara yang sengaja diturunkan dan terdengar sangat lembut serta tidak mengintimidasi, seolah mencoba menenangkan seekor anak rusa yang sedang ketakutan. Arka tersenyum tipis, sebuah senyuman yang kali ini terasa agak pahit. "Faktor keturunan," ucap Arka lirih. Dua kata itu meluncur begitu saja, memecah keheningan ruang makan yang sempat terasa mencekam bagi Dara. Arka menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menatap cangkir kopinya yang masih mengepulkan uap tipis. "Banyak orang mengira gelar dokter membuat seseorang menjadi manusia super yang tidak punya cela atau kekurangan biologis. Tapi kenyataannya? Saya hanyalah manusia biasa, Dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD