Sinar matahari pagi yang cerah kembali menerobos masuk melalui celah gorden, menyinari permukaan ranjang king size yang megah. Dara melenguh pelan, perlahan membuka kelopak matanya yang masih terasa berat. Namun, rasa kantuknya seketika lenyap dalam sekejap ketika kesadarannya pulih dan menyadari indranya tidak lagi mencium aroma karpet bulu di kamar Arsenio, melainkan keharuman seprai sutra yang mewah. Dara tersentak kecil dan mematung di posisinya. Kenapa ia bisa ada di ranjang ini? Kebingungan itu kian memuncak saat ia perlahan membalikkan tubuhnya. Di sampingnya, Garda Jayanegara sudah berada dalam posisi berbaring miring, menumpu kepalanya dengan satu tangan yang kekar. Pria itu sama sekali tidak terlelap. Terlihat sepasang mata elangnya yang tajam sudah terbuka lebar dan sedang men

